Titik Winarti: Menginspirasi Lewat Karya dan Dedikasi

Surabaya, 19 November 2021., Dalam perjalanannya ke Surabaya, Shestarts.id berkesempatan untuk berkunjung ke salah satu sosok inspiratif di balik Tiara Handicraft Surabaya, Ibu Titik Winarti. Penghargaan yang diterimanya juga tidak sedikit, mulai dari penghargaan dalam negeri, hingga luar negeri, terutama dari gerakan sosial pemberdayaan kaum difabel yang beliau lakukan selama ini. Kami disambut begitu hangat oleh sosok perempuan luar biasa ini. Betapa tidak, Ibu Titik sudah berkarya di bidang kriya sejak 26 tahun yang lalu. Sungguh, suatu dedikasi yang luar biasa. Namun, untuk mencapai titik ini, tentu memerlukan tingkat resilient yang tinggi.

Ibu Titik Winarti Saat Bercerita            Mengenai Napak Tilasnya

Terus Belajar adalah sense yang kami dapatkan ketika mendengar napak tilas Ibu Titik merintis Tiara Handicarft. Dimulai dari membuat kerajinan berbahan kaleng susu, kemudian mulai memberanikan dirinya untuk menawarkan produknya di Tiara Swalayan Bali, dan hingga akhirnya bisa seperti sekarang itu dimulai dari semangatnya untuk terus belajar. “Anak sekarang akses informasinya cepat dan banyak. Kalau saya ya dari gramedia, dari melihat orang promosiin barangnya, hingga buku-buku jahit dari Jepang.” cerita Titik Winarti. Ibu Titik juga berpesan bahwa dengan belajar, kita akan lebih mudah berinovasi dan menambah value pada produk-produk kita. Jadi, produk kita tidak itu-itu saja.

Percaya Pada Produk Kita adalah hal yang pertama kali akan ditanyakan kalau kita pergi sharing dengan Ibu Titik. “Kamu percaya ndak dengan produkmu?” tanya Titik WInarti kepada kami. Menurutnya, jika kita telah yakin dan percaya pada keunggulan produk yang kita punya, rasa enggan dan malu untuk mempromosikan produk kita pun akan hilang dengan sendirinya. Namun, selain itu, kita juga perlu untuk mengedukasi pasar mengenai value yang produk kita miliki. “Kalau pasar gak ngerti kenapa produk kita bernilai, ya percuma.” ujar Ibu Titik.

Cari Senangnya Dalam Berbisnis adalah poin penting yang membuat beliau bisa berkarya selama 26 tahun. Menurutnya perbedaan generasinya dengan generasi sekarang adalah daya tahan. “Kalau kita cuma mikir cuan-nya saja, ya kalau nemu hal sulit, langsung berhenti, langsung ganti bisnis lain. Tapi, kalau kita nyari kesenangan di sini (hati), tanpa sadar kita akan terus berjalan di situ (bisnis kita).

Ibu Titik Winarti juga mengajak kami melihat workshop di mana hasil produksi kerajinan timnya dipajang. Kami pun diceritakan mengenai keunggulan dan keunikan produk-produk karya timnya. Bahkan, kami pun sedikit diceritakan bagaimana proses awal beliau membuat inovasi produk. Sungguh menyenangkan bisa berkunjung dan ‘berguru’ di tempat Ibu Titik Winarti ini.

Jadi, mulai dari sekarang Shees! mulai belajar supaya bisa terus berinovasi, kenali produk kamu, dan jangan jadikan cuan sebagai tujuan akhirmu supaya kamu bisa terus bertahan melewati rintangan ke depan. Semangaattt Sheesters!!!

#perempuanmerintisusaha #perempuanpunyausaha #tiarahandicraftsurabaya #inspiratif #entrepreuner #socialenterprise

Bagikan artikel ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Penulis

She
 Starts

Artikel Lainnya
dari Member Ini

Perempuan Modern, Ini Pilihan Asuransi yang Wajib Dimiliki
6 May 2022
Perempuan Berdaya adalah Cita Bersama
24 April 2022
kumparanWOMAN Sukses Menggelar Women’s Week 2022 Break The Barriers
3 April 2022
Ajak Seluruh Perempuan Indonesia Dobrak Batasan, kumparanWOMAN Kembali Gelar Women’s Week 2022
29 March 2022
Ini Mitos Tentang Entrepreneur yang Salah. Jangan percaya, Shees!
14 March 2022

Artikel Terbaru Lainnya

Artikel Terpopuler

Arsip

Archives

Kategori

Categories