Mengenal Asuransi Syariah, Mulai dari Pengertian Hingga Manfaatnya

Asuransi merupakan salah satu bentuk investasi yang berupa manajemen risiko untuk menghadapi berbagai macam hal yang yang tidak terduga, mulai dari kerugian, kerusakan, hingga kematian.

Bagi Anda yang masih ragu untuk menggunakan produk asuransi konvensional, Anda bisa mencoba untuk menggunakan asuransi syariah yang tidak kalah menguntungkannya. Pasalnya, prinsip dasar asuransi syariah sejalan dengan Anda yang tidak ingin menjalani riba.

Selain asuransi syariah, untuk Anda yang tidak ingin kena riba jika membeli mobil secara kredit, maka bisa mengambil kredit mobil secara syariah.

Untuk informasi lebih jelasnya mengenai apa itu dan bagaimana cara pengajuannya, Anda bisa mengetahui lebih lanjut dalam artikel berikut.

Apa Itu Asuransi Syariah?

Menurut Dewan Syariah Nasional (DSN) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), asuransi syariah merupakan sebuah usaha tolong menolong dan saling melindungi yang terjadi antara sejumlah orang melalui cara investasi, baik itu dalam bentuk aset dan/atau tabarru’ yang akan memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko-resiko tertentu melalui Akad yang tentunya sesuai dengan syariat.

Asuransi syariah ini juga bisa dikatakan sebagai sebuah sistem dimana para pesertanya melakukan donasi, baik itu sebagian atau seluruh premi yang telah dibayarkan untuk digunakan dalam membayar klaim atas musibah yang dialami oleh sebagian peserta.

Jika Anda ingin mengetahui secara lebih jelas mengenai asuransi syariah, maka Anda bisa mempelajari terlebih dahulu mengenai  prinsip dasar asuransi syariah di sini.

Manfaat Asuransi Syariah

Di bandingkan dengan asuransi konvensional, asuransi syariah sendiri memiliki berbagai macam keuntungan yang bisa Anda dapatkan sebagai berikut :

  1. Biaya premi asuransi yang sudah dibayarkan akan dikelola secara syariah dan sesuai dengan fatwa, sehingga Anda tidak perlu merasa khawatir bahwa asuransi akan melanggar peraturan Agama.
  2. Denda ataupun dana yang sudah didapatkan oleh perusahaan asuransi syariah akan dialokasikan untuk berbagai macam kegiatan sosial. Dengan begitu, asuransi syariah akan membuat Anda untuk ikut membantu orang lain.
  3. Biaya premi yang harus dibayarkan dalam asuransi syariah biasanya akan lebih rendah dari asuransi konvensional, sehingga akan lebih terjangkau untuk berbagai kalangan.

Perbedaan Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional

Sebenarnya ada banyak sekali perbedaan antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional. Berikut adalah beberapa perbedaan mendasar antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional:

Pengelolaan Risiko

  • Asuransi Syariah: untuk pengelolaan resiko pada asuransi syariah menggunakan prinsip “sharing of risk” yang berarti bahwa risiko yang terjadi akan ditanggung atau dibebankan kepada perusahaan dan juga para peserta asuransi.
  • Asuransi Konvensional: untuk pengelolaan resiko pada asuransi konvensional menggunakan prinsip “transfer of risk” yang berarti bahwa risiko akan ditanggung atau dibebankan kepada pihak perusahaan jasa asuransi.

Pengelolaan Dana

  • Asuransi Syariah :untuk pengelolaan dana pada asuransi syariah sendiri bersifat transparan dan dipergunakan secara maksimal untuk mendatangkan keuntungan bagi para pemegang polis asuransi.
  • Asuransi Konvensional :untuk pengelolaan dana pada asuransi konvensional ini berasal dari premi yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan juga keuntungan yang sebesar-besarnya untuk perusahaan itu sendiri.

 Sistem Perjanjian

  • Asuransi Syariah : pada asuransi syariah menggunakan akad hibah atau tabarru’ yang didasarkan pada sistem syariah yang sudah dipastikan halal.
  • Asuransi Konvensional : pada asuransi konvensional menggunakan sistem perjanjian yang cenderung sama dengan perjanjian jual beli.

Kepemilikan Dana

  • Asuransi Syariah : pada asuransi syariah sesuai dengan akad yang digunakan, semua dana adalah milik bersama (semua peserta asuransi), dimana perusahaan asuransi hanya akan bertindak sebagai pengelola dan saja.
  • Asuransi Konvensional : pada asuransi konvensional, premi yang telah dibayarkan adalah milik dari perusahaan tersebut, dimana hal ini perusahaan asuransi akan memiliki kewenangan yang penuh terhadap pengelolaan dan juga pengalokasian dana asuransi.

Saat ini, bukan hanya asuransi secara syariah saja yang tersedia. Jika Anda berniat untuk membeli sebuah mobil, maka Anda juga bisa menggunakan sistem kredit mobil secara syariah. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan mobil yang Anda inginkan dengan sistem kredit namun tanpa riba.

Demikianlah penjelasan mengenai asuransi syariah yang perlu untuk Anda ketahui, mulai dari pengertiannya, manfaatnya, hingga perbedaannya dengan asuransi konvensional.

Jika Anda ingin untuk menggunakan asuransi yang bebas riba dan sesuai dengan syariat Agama, maka Anda bisa mencoba untuk menggunakan asuransi syariah.

Artikel ini adalah artikel bersponsor dari Lifepal.

Bagikan artikel ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Penulis

She
 Starts

Artikel Lainnya
dari Member Ini

Dukung Pengembangan UMKM, BCA Syariah Gelar Program WEpreneur 2
29 January 2024
Bidik Pelaku UMKM Perempuan Naik Level, BCA Syariah Gelar WEPreneur 2
29 January 2024
Ajang WEpreneur BCA Syariah x Shestarts.id Beri Penghargaan 3 UMKM Perempuan pada WEpreneur Summit 2023
11 July 2023
Pentingnya UMKM Melek Hak Atas Kekayaan Intelektual
31 August 2022
Tips Menguatkan Brand Identity Usahamu
10 August 2022

Artikel Terbaru Lainnya

Artikel Terpopuler

Arsip

Archives

Kategori

Categories