Membangun Bisnis Kuliner Sehat dengan Bahan Pangan Lokal

Tren makanan sehat dan katering sehat sudah berkembang di Indonesia sejak beberapa tahun lalu, dan makin berkembang di tahun 2020. Rasanya setiap tahun ada saja bahan makanan sehat baru yang muncul dan menjadi primadona. Tren ini juga didukung oleh kesadaran hidup sehat yang semakin meningkat di kalangan masyarakat, terutama di kota besar.

Mendukung tren itu sendiri, brand Letusee telah hadir di dunia kuliner sehat sejak tahun 2011. Didirikan oleh Nurul Haida Puspitasari dan kemudian dibantu oleh Maria Stephanie, Letusee memulai usahanya dengan berjualan salad di Yogyakarta dan terus menambah variasi menu. Mereka kamudian mulai menggali bahan baku organic yang diproduksi oleh petani dan artisan lokal di Yogyakarta dan sekitarnya untuk diolah menjadi makanan sehat dengan cita rasa barat.

Melihat potensi yang dimiliki oleh bahan pangan lokal dan artisan makanan lokal, Nurul Haida dan Maria Stephanie kemudian membangun brand “Alu Lumpung” yang memproduksi dan menjual tepung sorghum dan tepung non-gluten lainnya, dengan berkolaborasi dengan petani wanita lokal. Letusee juga mulai menggali resep-resep nasional dan mulai menambah cita rasa Indonesia ke dalam menu.

Tidak hanya itu, Letusee juga membuka usaha Warteg Letusee untuk memenuhi demand mahasiswa. Letusee mulai memperkenalkan menu-menu Nusantara yang diolah dengan cara yang lebih sehat, namun dengan harga yang terjangkau oleh mahasiswa. Tantangan untuk memproduksi makanan sehat dengan harga terjangkau pun mendorong mereka untuk terus mengeksplor bahan pangan lokal non-konvensional seperti tanaman hasil meramban/foraging. Letusee juga pernah  masuk ke dunia café dan saat ini sudah menyajikan ready-to-heat food.

Jatuh bangun dunia usaha pun pernah mereka rasakan. Di tahun 2017 mereka harus menutup café dan memilih untuk fokus pada jasa katering makanan sehat yang terus berjalan sampai saat ini. Di samping urusan bisnis, para founder Letusee memiliki passion di bidang edukasi dan literasi makanan. Berbekal ilmu pengetahuan yang mereka miliki tentang makanan, Letusee mulai mengadakan kelas edukasi tentang nutrisi dan filosofi makanan dan proyek pendampingan masyarakat.

Membangun Bisnis yang Berdampak

Seiring waktu, para founder Letusee melihat nilai lebih yang bisa diperoleh dari membangun bisnis yang berdampak. Melalui program edukasi, Letusee berusaha membangkitkan kesadaran masyarakat tentang filosofi makanan serta nutrisi di dalamnya, serta memperluas khazanah pangan lokal. Kegiatan ini dilakukan secara simultan dengan jasa katering yang sedang berjalan. Tidak mudah untuk menjalankan keduanya, apalagi Letusee masih harus menghasilkan aliran profit untuk terus berjalan.

Maria Stephanie melihat bisnis bukan hanya untuk menghasilkan profit. Melalui kegiatan usaha, kita juga harus memikirkan cara untuk memberdayakan masyarakat dan lingkungan sekitar. Melalui Letusee, mereka bertujuan untuk melestarikan dan memperbanyak khazanah pangan dan artisan makanan lokal melalui menu yang mereka tawarkan dan program edukasi. Dan mereka percaya tujuan baik ini lah yang membuat Letusee terus bertahan sampai saat ini.

Shestarts.id melalui program SheStarts.Story di Youtube mengajak Letusee untuk membagikan kisah perjalanan bisnisnya untuk menginspirasi entrepreneur perempuan. Silakan kunjungi Silakan kunjungi Youtube kami di SheStartsID atau klik https://youtu.be/dHULjFR2VBw tentang “Healthy Food Business” bersama Letusee. Kami juga mengajak para womenpreneur untuk bergabung dalam komunitas entrepreneur wanita kami dan bersama menciptakan ekosistem bisnis yang saling mendukung. Kami yakin bahwa bisnis yang berdampak akan menjadi tulang punggung kemajuan ekonomi Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Arsip

Archives

Kategori

Categories